Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

Di Atas Angin

Jarang-jarang ya merasa tersanjung bagai di atas angin. Ini gegara baca artikel kaskus di laman http://m.kaskus.co.id/thread/5532839c9a09513a5f8b456a/kenapa-nasib-indonesia-sekarang-begini.

Di situ ada ada pendapat begini:

Jika kalian masih menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi yang menggunakan BBM bersubsidi, GA USAH PROTES! KALIANLAH YANG IKUT MENGHABISKAN ANGGARAN NEGARA!
Proteslah jika kalian sehari2 menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, atau naik sepeda karena hanya merekalah yang tidak menghabiskan anggaran negara.


Aduh, berasa terbang ke awang-awang deh ya....

Jumat, 10 Oktober 2014

A Quiz

Reading an article on a site, I found a link that somehow excited me. It was a quiz that classify people into three groups. Taking the quiz, I found out that I didn’t belong to any groups. It’s crazy. Almost no available options matched my answer. Here they are.

1. You’re logging into Facebook to…
A) ...post a picture of you having dinner with friends. You look amazing in it but that’s by-the-by.
B) ...keep up to date with news from friends and family. Your cousin’s just had a baby - maybe a picture will be up?
C) …check how many ‘likes’ your gym selfie has got. Your guns are looking huge in this one, but so far only 149 people have left positive comments. Is it your hair that’s the problem?
Me: stalk others.

2. You’re switching on the TV to watch…
A) ...the football. Footballers always seem to be one step ahead of the latest grooming trends.
B) …the football. You’d never miss one of your team’s games.
C) ...Geordie Shore. When you’re not looking at you, you want to be looking at people like you.
Me: Masha and the Bear, Upin & Ipin, and Curious George, obviously.

3. If you were a comic book character you would be...
A) Batman. You may or may not be in a gay relationship with your sidekick but that’s not really the point. You also have a basement stuffed with sweet gadgets.
B) Superman. Save the day, get the girl.
C) The Incredible Hulk. Because bigger is always better.
Me: ??? Maybe either Chibimoon or Sailor Saturn.

4. It’s a big night out. What’s your poison?
A) Red wine. There was a period when it would have been cocaine too, but the ethical implications worried you - not to mention what it did to your skin.
B) Real ale.
C) Double vodka Red Bull. You’re always getting offered MDMA in clubs but you’re not sure how it will react with the steroids you’re taking.
Me: I don’t know what big night out is. But the one able to seduce me is starlight in rural sky.

5. Time for party small talk with another man. Your first question is…
A) This is Prada, right? I’ve been trying to track one down in cobalt blue for ages.
B) Did you catch the game last night?
C) Bro, do you lift?
Me: What is this place? Why am I here? I should go home.

6. Time to approach a woman at a party. Your opener is...
A) A woman in an A-line dress should never be standing by herself.
B) Are you a parking ticket? Because you’ve got "fine" written all over you.
C) My mate’s up for a threesome. You in?
Me: I don’t know. Maybe we can gossip some celebrities or even politicians.

7. It’s the morning after the night before. What do you eat?
A) Ottolenghi’s Middle Eastern take on Full English - a simple twist on a classic.
B) Full English, what else?
C) Full English with 18 eggs, 20 rashers of bacon and no bread. This machine runs on protein.
Me: My mother’s cooking.

8. How would you describe your relationship with porn?
A) You watch it a couple of times a week but understand it doesn’t have much bearing on reality.
B) Strained now that Nuts has folded.
C) You’ve uploaded a couple of videos of you and the girlfriend to amateur sites but should really try professional soon.
Me: What the hell? Does that question really exist?

9. Let’s talk t-shirts. V-neck or crew neck?
A) If your face is long, you'll try to offset this with a plain crew neck - and vice-versa if your face is round.
B) You don’t talk t-shirts.
C) V-neck - the deeper the better.
Me: I think everything is okay.

10. Which of these best describes your approach to life?
A) Always look out for number one.
B) Hope for the best, expect the worst.
C) Sun’s out - guns out.
Me: I think the option B is close to me. This is the only question that I can answer by picking the option.


It looks like I should stand by myself, Independent and living happily. Maybe it’s because I’m so special and fabulous. (^_^)

Senin, 11 Agustus 2014

I'm Shocked

Duh, saking syok-nya ampe salah nulis judul dua kali. Pertama tadi ketulis "I'm Shcoked". Terus kuhapus kuganti "I'm Shocek". Untung yang ketiga bener.

Hari ini adikku yang SD minta izin buat make laptopku. Dia bilang sih mau main game. Gue kasih lah meski dalam hati ada perasaan ga enak. Pikiran gue, ah paling-paling aman, biasanya juga dia cuma main game balapan.

Sejenak kutinggal adik gue dalam kamarku sendirian. Aku rebahan di kamarnya dia. Eh, kok ada suara adikku ketawa-ketiwi ya? Kayaknya ada tontonan yang seru banget. Perasaan game di laptopku biasa aja, paling banter kan aku cuma main Plant vs Zombie. Haduh, dia lagi ngapain tuh?

Buru-buru gue balik ke kamar sendiri. Aku tengok laptop ternyata adikku lagi ngebuka file-file di komputer dan nemu foto-fotoku waktu bareng sama Princess. Mana gayaku ama Princess norak banget lagi. Haduh.... Haduh.... Haduh.... Pantesan ketawanya ampe keras banget.

Wah, ini tanda-tanda. Harus lebih selektif lagi ngatur proteksi file di komputer. Pertanda juga bahwa lain kali kalau foto masang tampang dan pose yang normal-normal aja. Xixixixixi....

Sabtu, 10 Mei 2014

Masa Suram di SMA: Ujian Nasional

Beberapa saat yang lalu aku ngobrol dengan salah seorang temanku tentang rencana liburan. Entah mengapa, bahan obrolan melantur simpang siur dan akhirnya kami membicarakan ujian nasional. Saat itu kami membahas tentang UN 2014 yang katanya memuat soal berstandar internasional, siswa yang bunuh diri karena putus asa, dan yang paling membuatku sesak adalah kecurangan yang terjadi pada UN.

Aku teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku adalah siswa kelas XII pada sekolah terpandang di daerahku. Ya, aku sekolah di SMA favorit gitu loh.... Statusnya emang SMA Negeri, tapi saat itu SMA-ku memang punya nama dan gengsi yang sulit disaingi SMA lain. Katanya anak-anak SMA tersebut cerdas-cerdas (entahlah?).

Saat paling menyakitkan adalah detik-detik menjelang dan saat menghadapi Ujian Nasional. Aku merasa benar-benar tertekan. Aku berusaha tetap tampil ceria meskipun dalam hati aku menangis tersedu-sedu akibat kekecewaan yang begitu mendalam terhadap sekolah tempatku belajar.

Aku sedih banget karena aku diminta untuk ngasih contekan ke teman-teman. Beberapa teman mendatangiku dan memintaku untuk ikut berpartisipasi dalam program bagi-bagi jawaban UN. Ya, mereka merekrut beberapa siswa yang mereka anggap pintar sebagai 'otak'-nya. Si otak-otak itulah yang selama UN harus setor jawaban lewat SMS. Untuk koordinator dan compiler, direkrutlah siswa-siswa kelas XI yang memang libur saat UN. Betapa mereka mempersiapkan rencana yang begitu terorganisasi demi mendapatkan nilai UN yang bagus.

Ga cuma teman-teman kelas XII, pihak sekolah pun melakukan permohonan yang sama meski tidak secara langsung menunjuk siswa-siswa tertentu menjadi 'otak'-nya. Karena udah dilobi duluan sama teman-teman kelas XII, sebetulnya aku ga begitu kaget ketika sekolah minta murid-muridnya untuk saling ngasih contekan (toh di SMP juga pernah kaya gitu). Tololnya, pihak sekolah melakukannya sesaat setelah doa bersama menjelang UN. Di dalam mesjid pun! Sinting! Merusak suasana khidmat dalam batinku saja! Heran, berani-beraninya di dalam tempat ibadah berbuat demikian. Kabarnya, mereka bahkan sudah bekerja sama dengan sekolah-sekolah lain agar pengawasan silang antarsekolah dilonggarkan. Boo!

Kedua kelompok oknum tersebut benar-benar membuatku bimbang. Di satu sisi, aku emang agak kasihan kalau ada yang ga lulus UN. Di sisi lain, mencontek bukan perbuatan yang benar untuk meraih nilai yang bagus. Mencontek itu melanggar integritas. Aku sih penginnya ga nyontek dan ga ngasih contekan. Tapi karena takut dikucilkan, dibenci, dan di-bully akhirnya aku ngasih jawabanku. Ga 100% sih, ya kira-kira 70%. Itu pun dengan berat hati.

Begitu Ujian Nasional berakhir, aku menyesal telah memberi contekan. Aku menyesal telah ikut serta dalam konspirasi yang menyakitkan hati. Ya, harusnya aku lebih tegas menolak permintaan mereka. Harusnya aku tahu, tanpa aku pun mereka masih akan tetap lulus. Toh, standar kelulusannya masih sangat rendah, hanya nilai empat koma sekian; tidak sampai angka lima. Aku hanya menjadi alat untuk mengkatrol nilai mereka saja. Aku menyesal. Aku sedih. Aku sakit.

Begitu pengumuman kelulusan UN muncul, aku sudah tidak tertarik lagi. Pertama, aku sudah yakin bahwa aku lulus UN sekalipun aku belum melihat pengumuman. Ya, selama beberapa kali try-out yang katanya soalnya lebih sulit dibanding UN, aku selalu masuk jajaran peringkat atas dengan nilai rata-rata sekitar delapan. Yakin banget gue lulus UN! Kedua, aku juga yakin bahwa namaku tidak akan muncul dalam 10 besar nilai UN tertinggi di sekolah. Bahkan masuk 30 atau 40 besar pun rasanya tidak mungkin. Apalagi peringkat kabupaten, entah ada di urutan keberapa ratus. Pengalaman di SMP membuktikan demikian. Ga ada alasan lagi buat mantengin pengumuman kelulusan. GUE UDAH TAHU APA YANG PENGIN GUE TAHU!

Karena itu aku merasa sangat bahagia ketika aku diterima masuk kuliah. Ya, di tempatku kuliah ujian akhir semester diawasi dengan sangat ketat. Hukuman bagi yang mencontek dan yang ngasih contekan adalah drop out. Aku merasa sangat merdeka karena tidak dihantui rasa bersalah atau kekhawatiran akan bullying akibat nggak mau ngasih contekan. Hahahaha.